Tampilkan postingan dengan label dan peradaban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan peradaban. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2016

Etika,Estetetika dan peradaban

Etika,Estetetika dan peradaban



Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupa¬kan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghin-dari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
Istilah lain yang iden¬tik dengan etika, yaitu:
• Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).
• Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
Filsuf Aristoteles, dalam bukunya Etika Nikomacheia, menjelas¬kan tentang pembahasan Etika, sebagai berikut:
• Terminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
• Manner dan Custom, Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya; antara lain:
1. Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality, including the science of good and the nature of the right)
2. Pedoman perilaku, yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. (The rules of conduct, recognize in respect to a particular class of human actions)
3. Ilmu watak manusia yang ideal, dan prinsip-prinsip moral seba¬gai individual. (The science of human character in its ideal state, and moral principles as of an individual)
4. Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty)
5. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.
Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Menurut Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Menurut Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Menurut K. Bertens, dalam buku berjudul Etika, 1994. yaitu secara umum¬nya sebagai berikut:
1. Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya. .
2. Etika adalah nurani (bathiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik yang sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya.
3. Etika bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan baik mendapat pujian dan yang salah harus mendapat sanksi.
4. Etika berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir.
• Menurut Maryani & Ludigdo : etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia,baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau prifesi.
• Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia: etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
• Menurut Aristoteles: di dalam bukunya yang berjudul Etika Nikomacheia, Pengertian etika dibagi menjadi dua yaitu, Terminius Technicus yang artinya etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia. dan yang kedua yaitu, Manner dan Custom yang artinya membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia.
• Menurut Kamus Webster: etika adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan buruk secara moral.
• Menurut Ahli filosofi: Etika adalah sebagai suatu studi formal tentang moral.
• Menurut Ahli Sosiologi: Etika adalah dipandang sebagai adat istiadat,kebiasaan dan budaya dalam berperilaku.
2. Definisi tentang etika dapat di klasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut :
• Jenis Pertama, Etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia
• Jenis Kedua, Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.
• Jenis Ketiga, Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terh
Pengertian Etika Dalam kamus umum Bahasa Indonesia, etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral).
Menurut Martin [1993], etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”.
Etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan kelompok social (profesi) itu sendiri.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
etika adalah:
• Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
• Kumpulan asas/nilai yang berkenaan dengan akhlak
• Nilai mengenai yang benar dan salah yang dianut masyarakat.
Etika terbagi atas dua :
Etika umum ialah etika yang membahas tentang kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia itu bertindak secara etis. Etika inilah yang dijadikan dasar dan pegangan manusia untuk bertindak dan digunakan sebagai tolok ukur penilaian baik buruknya suatu tindakan.
Etika khusus ialah penerapan moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus misalnya olah raga, bisnis, atau profesi tertentu. Dari sinilah nanti akan lahir etika bisnis dan etika profesi (wartawan, dokter, hakim, pustakawan, dan lainnya).

Estetetika

Pengertian Estetika

Kata estetika berasal dari kata Yunani
aesthesis yang berarti perasaan, selera
perasaan atau taste. 

Dalam prosesnyan Munro mengatakan bahwa
estetika adalah cara merespon terhadap
stimuli, terutama lewat persepsi indera,
tetapi juga dikaitkan dengan proses
kejiwaan, seperti asosiasi, pemahaman,
imajinasi, dan emosi. Ilmu estetika adalah
suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu
yang berkaitan dengan keindahan,
mempelajari semua aspek dari apa yang kita
sebut keindahan.


Estetika adalah hal yang mempelajari
kualitas keindahan dari obyek, maupun daya
impuls dan pengalaman estetik pencipta dan
pengamatannya.

Estetika dalam kontek penciptaan menurut
John Hosper merupakan bagian dari filsafat
yang berkaitan dengan proses penciptaan
karya yang indah


Mengapa mengenal estetika

Pertama, karena karya-karya seni dan desain
yang alami maupun yang buatan begitu
berharga sehingga dipelajari ciri-ciri khasnya
demi karya seni dan desain itu sendiri

Kedua, ia mesti berpendapat bahwa
pengalaman estetika (pengalaman mengenai
karya seni dan desain) itu begitu berharga
baik untuk kelompoknya maupun masing-
masing anggotanya sehingga karya seni dan 
desain itu mesti dipelajari

Ketiga, mungkin dikira bahwa pengalaman
ini begitu bernilai pada dirinya sendiri
sehingga membutuhkan pengujian dan
penelitian mengenai kualitaskualitas karya
seni dan desain itu


Estetika merupakan pengetahuan yang 
mempelajari dan memahami melalui
pengamatan hal ikhwal keindahan baik pada
obyek maupun subyek atau pencipta dan 
pengamatan melalui proses kreatis dan
fisolofis.



Estetika dalam industri grafis komunikasi

-Penggabungan estetika dengan teknologi
dalam industri grafis komunikasi merupakan
suatu yang kompleks dan mengarah pada
perkembangan penggayaan tertentu
berdasarkan kebutuhan praktis.

-Penggabungan estetika dengan teknologi
dalam industri grafis komunikasi merupakan
suatu yang kompleks dan mengarah pada
perkembangan penggayaan tertentu
berdasarkan kebutuhan praktis.


Ikatan kerjasama desainer grafis pada perusahaan

-Pemasaran
bagian pemasaran adalah mengumpulkan
data tentang selera pasar yang layak jual

-Keuangan
menentukan anggaran produksi

-Produksi
merencanakan efektifitas dan efisiensi produk

-Teknisi
memacu produksi dan merekayasa teknologi agar
dapat memproduksi lebih cepat dengan biaya
lebih ringan

Gagasan dalam rekayasa estetik grafis komunikasi

-Rekayasa estetik dalam grafis komunikasi
adalah teknik pengungkapan estetika terapan
melalui proses belajar dan proses kreatif

“desain harus merupakan desain keseluruhan
yang melihat pada proyek atau produk dan
mencoba menganalisanya sepenuhnya.”
(John Wistrand)

Tema fungsi desain

1. Rasional
Media yang mengarah ke
rasional yang berfokus pada
praktek, fungsi, atau
kebutuhan masyarakat,
akan memberikan tekanan
atau manfaat baginya untuk
menerima berita yang
diinformasikan /
dikomunikasikan.


2. Humor atau jenaka

Penampilan humor atau
jenaka merupakan strategi
mencapai sasaran komunikasi
grafis komunikasi untuk
memicu perhatian terhadap
yang dikomunikasikan


3. Rasa takut
Rasa takut lebih efektif digunakan
untuk memperbaiki motivasi


Tujuan :

-Mengindentifikasi konsekuensi
negatif jika menggunakan produk.

-Mengidentifikasi konsekuensi
negatif terhadap perilaku yang
tidak aman, misalnya minum-
minuman keras, merokok,
menilpon sambil nyetir mobil,
merusak lingkungan, dan
sebagainya


4. Patriotik

Tampilan visual patriotik
(hero) kadang dihadirkan
untuk menambah rasa
kepercayaan masyarakat
terhadap berita yang 
diinformasikan /
dikomunikasikan.


5. Kesalahan

Tujuan media yang bersifat kesalahan ini agar
audience (masyarakat) yang melihatnya/
membacanya bisa memperbaiki adegan/ berita
kesalahan yang diinformasikan/dikomunikasikan


6. Kaidah

Kaidah biasanya
hubungannya dengan
aturan-aturan yang tidak
menyinggung suku,
adatistiadat, ras, dan agama
(SARA). Unsur ini sangat
riskhan dan harus berhati-
hati, agar media grafis yang
diciptakannya tidak terjadi
kesalah pahaman di dalam
masyarakat


7. Simbol

??Simbol adalah tanda yang 
mempunyai hubungan
dengan obyek yang 
mempunyai peraturan
yang sifatnya umum.

??Simbol merupakan
jembatan
menginterpetasikan
(mengartikan) suatu obyek
kepada orang lain sesuai
dengan pengalamannya


8. Pengandaian

-Pengandaian
merupakan harapan
atau angan-angan ke
depan sebuah
tujuan. Pengandaian
merupakan sebuah
impian yang
seakanakan menjadi
kenyataan


9. Emosional

-Sebagian masyarakat tertarik pada
berita yang diinformasikan/
dikomunikasikan melaui
pendekatan emosional dengan
perasaan si penghayat yang
mengesampingkan akribut dari
lembaga yang menginformasikan


-Teknik emosional lebih mengena
dan membuat penasaran,
khususnya masyarakat yang merasa
lebih maju



Karakter desainer

-Mempunyai kecakapan teknis.
-Mengerti akan sifat bahan
-Mengerti akan kebutuhan orang banyak
-Selalu ingin tahu
-Ketajaman melihat
-Inisiatif
-Senang dan cakap
-Kepercayaan
-Kejujuran
-Memperhatikan resiko dan
mempertanggungjawabkan karyanya
-Mengumpulkan data
-Tekun dan mengerti maksud tujuannya.


Perencanaan desainer

-Syarat-syarat yang ditentukan dalam
penyatuan (desainer, pemasaran, dan
produksi)
-Kecocokan adanya prinsip ilmu pengetahuan
dengan teknik komputer dan mesin produksi
-Sesuai dengan lingkungan (masyarakat
setempat)
-Kecocokan sifat desain dari satu bagian
dengan bagian lain
-Kemungkinan desain dan cara pemecahannya


Nirmana dalam grafis

Nirmana dalam desain merupakan strategi atau
langkahlangkah yang harus dilakukan dalam
penciptaan desan grafis agar menghasilkan
karya yang mempunyai rasa estetik tinggi


-Nirmana merupakan ilmu dasar kedesainan
yang mempelajari dasar-dasar desain
mengenai warna, bidang, bentuk,nruang,
dengan berbagainpendekatan kreatif
eksperimentatifn meliputi komposisi, irama,
harmoni dan sebagainya.


1.Kesatuan

-Kesatuan merupakan suatu cara untuk
menggabungkan dan menyatukan unsur-unsur
visual yang ditata sesuai dengan konsep ide
pencipta dalam desain menjadi bentuk media
grafis.

-Antara unsur-unsur tersendiri yang kesemuanya
akan membentuk wujud sarana informasi visual
yang menjadi kesan satu kesatuan.


2.Keteraturan

-Keteraturan unsur-unsur visual yang ditata
sehingga menjadi tertata dalam satu bentuk
media grafis.

-Teraturnya tatanan unsur visual akan
membuahkan kesan pandangan yang bulat
dan optimal.


3.Keragaman

-Unsur-unsur yang ditata agar tampak lebih
bermakna, tidak hambar, dan tidak
membosankan.

-Secara keseluruhan, obyek yang ditampilkan
saling dukung dan saling ngait yang 
menguntungkan


4. Komunikatif

-Segi komunikatif pada grafis komunikasi
harus sangat diperhatikan. Bila karya kurang
komunikatif, berarti karya tersebut tidak
berhasil, atau sesuatu yang diinformasikan
kepada kalayak / masyarakat (audience) 
tidak akan sampai.

-Agar grafis komunikasi bisa sampai ke
kalayak, maka harus memperhatikan segmen
yang dibidik sebagai sasaran.


Peradaban

Istilah peradaban juga sering dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi, ilmu pengetahuan, seni bangunan, seni rupa, dan sistem kenegaraan dan masyarakat yang maju dan kompleks.

Secara harfiah, peradaban berasal dari kata dasar adab yang berarti akhlak, kesopanan atau kehalusan berbudi pekerti. Dan manusia yang tidak mempunyai adab sering dikatakan sebagai biadab.

Peradaban didefinisikan sebagai keseluruhan kompleksitas produk pikiran kelompok manusia yang mengatasi negara, ras, suku atau agama yang membedakannya dari yang lain. Beradab setidaknya sebuah masyarakat bersifat relatif dan harus ada norma. Kebutuhan akan adab dengan peradaban mengacu pada masyarakat yang memiliki organisasi sosial, kebudayaan dan cara berkehidupan yang sudah maju yang menyebabkan berbeda dari masyarakat lain.

Peradaban merupakan tahap kebudayaan tertentu dan telah maju yang bercirikan  penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan lain-lain. Masyarakat memiliki  peradaban yang berbeda-beda satu sama lain. Peradaban mengacu pada kehidupan yang nyaman. Indikator peradaban sebagai berikut;  
  1. Organisasi sosial 
  2. Berkebudayaan tinggi 
  3. Cara berkehidupan yang sudah maju.
Dalam kebudayaan Barat, manusia beradab adalah yang berpendidikan, sopan dan  berbudaya. Ciri penting dalam definisi peradaban adalah berbudaya (cultured), antara lain: melek huruf (lettered). Faktor penting dalam pembentukan kebudayaan:
  1. Religi 
  2. Bahasa 
  3. Seni 
  4. dan ilmu pengetahuan 

PERUBAHAN PERADABAN DAN PERAN MANUSIA

Perubahan peradaban biasanya dikaitkan dengan perubahan-perubahan elemen atau aspek yang lebih bersifat fisik, seperti transportasi, persenjataan, jenis-jenis bibit unggul yang ditemukan, dan sebagainya. Perubahan budaya berhubungan dengan  perubahan yang bersifat rohani seperti keyakinan, nilai, pengetahuan, ritual, apresiasi seni, dan sebagainya. Sedangkan perubahan sosial terbatas pada aspek-aspek hubuingan sosial dan keseimbangannya. Meskipun begitu perlu disadari bahwa sesuatu perubahan di masyarakat selamanya memiliki mata rantai diantaranya elemen yang satu dan eleman yang lain dipengaruhi oleh elemen yang lainnya.

Perubahan peradaban yang dimaksud pada alinea sebelumnya adalah prosesnya harus didesain dengan kesadaran, kesengajaan, kebersamaan, dan komitmen, yang didasarkan atas nilai-nilai kehidupan yang benar. Selanjutnya melalui pendidikanlah, kita dapat berharap wujudnya yaitu dengan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehidupan yang cerdas inilah yang patut menjadi dasar sebuah peradaban yang kokoh dan sehat. Pendidikan adalah syarat mutlak  berkembangya peradaban. Tanpa pendidikan yang memadai, tidak aka nada SDM yang mampu membawa perubahan peradaban ke arah yang lebih baik. Melalui fungsi pendidikan dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, maka akan lahirlah generasi yang mampu melaksanakan prinsip how to change the world (bagaimana mengubah dunia) bukan hanya how to see the world (bagaimana melihat dunia). Dan juga, how to lead the change (bagaimana memimpin perubahan), dan bukan hanya how to follow the change (bagaimana ikut dalam perubahan). Oleh karena itu, output pendidikan harus diarahkan menjadi agen  perubahan (agent of change). Di sinilah peran pendidikan, di dalam rangka merekat keutuhan dan kesatuan bangsa, menjadi amat sangat menentukan.
Manusia adalah makhluk individu yang tidak dapat melepaskan diri dari hubungan dengan manusia lain. Sebagai akibat dari hubungan yang terjadi di antara individu-individu (manusia) kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial (social group) yang dilandasi oleh kesamaan-kesamaan kepentingan bersama. Namun bukan berarti semua himpunan manusia dapat dikatakan kelompok sosial. Untuk dikatakan kelompok sosial terdapat persyaratan-persyaratan tertentu.

Dalam kelompok sosial yang telah tersusun susunan masyarakatnya akan terjadinya sebuah perubahan dalam susunan tersebut merupakan sebuah keniscayaan. Karena perubahan merupakan hal yang mutlak terjadi dimanapun tempatnya. Kenyataan mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat dapat dianalisa dari  berbagai segi diantaranya: ke “arah” mana perubahan dalam masyarakat itu “bergerak” (direction of change)”, yang jelas adalah bahwa perubahan itu bergerak meninggalkan faktor yang diubah. Akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang baru sama sekali, akan tetapi boleh pula bergerak kepada suatu bentuk yang sudah ada di dalam waktu yang lampau. Perubahan adalah keniscayaan, dan perubahan ke arah yang lebih baik tentunya merupakan hasrat dari setiap individu maupun organisasi. Peradaban adalahsebuah istilah yang digunakan untuk menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus, indah dan maju. Konsep kebudayaan adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat intelektual, keindahan, teknologi, spiritual yang terlihat pada masyarakatnya. Kebudayaan bersifat dinamis. Oleh sebab itu ia dapat mengalami  perubahan atau pergeseran.

Keharusan sejarah, kita semua terus menerus berhadapan dengan sejarah perkembangan peradaban bangsa yang bergerak ke depan dan tak pernah balik. V. Gordon Childe seorang arkeolog, mendefinisikan peradaban sebagai suatu transformasi elemen-elemen budaya manusia, yang berarti transformasi dalam  penguasaan tulis-menulis, metalurgi, bangunan arsitektur monumental, perdagangan  jarak jauh, standar pengukuran panjang dan berat, ilmu hitung, alat angkut, cabang-cabang seni dan para senimannya, surplus produksi, system pertukaran atau barter dan penggunaan bajak atau alat bercocok tanam lainnya. Tentunya, baik kebudayaan dan peradaban sangat erat kaitannya dengan sejarah.

Bila kita amati secara lebih mendasar lagi, tingkat peradaban manusia terekspresikan dalam tiga indikator utama yaitu bahasa, budaya (segala bentuk dan ragam seni, ilmu  pengetahuan dan teknologi) dan agama. Selanjutnya, ketiganya menjadi ciri suatu ras atau bangsa tertentu, beserta suku-sukunya dalam perwilayahan geografisnya masing-masing. Akan tetapi dalam memaknai perubahan peradaban kita harus berpedoman  bahwa tidak semua yang kontemporer itu baik dan sebaliknya tidak semua yang lama itu usang dan tidak relevan dengan kehidupan saat ini. Dalam kacamata budaya,  bangsa yang besar belajar untuk mengganti apa yang buruk dari budayanya, dan menjaga hal yang baik dari budayanya 

sumber: -http://erniritonga123.blogspot.com/2010/01/definisi-etika.html
              -http://myant2526.blogspot.com/2010/05/pengertian-estetika.html
              -http://historikultur.blogspot.com/2015/04/pengertian-peradaban-hubungannya-                 dengan-budaya-sejarah.html



Tugas Softskill

Quantum Computation TUGAS SOFTSKILL  QUANTUM COMPUTATION Nama Kelompok :     Aditya Aryanto       (50415172)     Dimas A...